Layar Kosong


Aku ingin menuliskan semua tentangmu,
Tapi jemariku membeku,
Dari detik ke detik,
                 Jam ke jam,
Dari gelap ke terang,
                  Siang ke malam,
Dari waktu ke waktu

KERESAHAN


Aku khawatir pada akhirnya di kehidupan ini kedamaian dan ketentraman yang berasal dari persahabatan dengan keberagaman dan perbedaan akan menjadi sesuatu hal yang langka dan mahal harganya.
Memang salah satu resiko negara berkembang yang diserbu gencarnya perkembangan teknologi ya informasi yang entah benar dan salah bebas beredar tanpa filter tanpa diiringi kemampuan menyaring keakuratan informasi dengan benar, serta kebebasan mengeluarkan pendapat yang menjadi 'tidak biasa', bablas, seenaknya, tidak tau aturan. Ketika aturan ditetapkan terkait hal itu akan dikomentari sebagai hal yang mengunci kebebasan bersuara, serba salah, memang netizen akan selalu merasa benar dengan segala cuitan media sosialnya.

Hina

“Sebegitu hinakah rindu,
Sampai orang harus malu untuk mengakuinya?”

Yogyakarta, 23 Mei 2016

07.32 

Sepasang Buta

Source: Newyorker.com

Banyak diceritakan dalam naskah-naskah picisan 
bahwa cinta itu buta,
Yang diritualkan kembali oleh para penghamba cinta
Lalu apa jadinya jika sepasang buta yang saling jatuh cinta?
Bagaimana mungkin mereka bisa saling jatuh cinta,
saling menjaga dan menua bersama hanya dengan saling meraba tanpa bisa melihat rupa?

Sepasang buta yang jatuh cinta,
Cinta buta sepasang buta ,
Sepasang buta yang cinta buta.



Bus Trans Jogja, 24 Mei 2015

12.15

Ragu



"Lantas siapa lagi yang harus aku percayai,  jika aku hanya berkawan dengan hatiku sendiri yang meragu?"

**Setiap pertanyaan seharusnya ada jawaban.



Yogyakarta, 14 Mei 2016

22.09

Tetap Sama




Aku mencintaimu,

Sama…
Tidak ada bedanya,
Tidak ada ubahnya,
Di detak jantung,
Di denyut nadi,
Di suara hati,
Di getar bibir…

Dan kau bisa pastikan sendiri,
Yakin, tak perlu ragu, dan jangan sangsi.
Apa yang kau dengar, apa yang kau rasa, 
Apa yang kau saksikan adalah bentuk bahasa jiwa,
yang diterjemahkan oleh ragaku.


Yogyakarta, 10 Mei 2016
1.32


Yang Kusebut Sahabat

Ketika kau sedang jauh dari dunia yang familiar denganmu,
Ketika kau merasa terasing, jauh dari dunia yang mengenalimu,
Ketika kau merasa sendirian, tidak ada yang menemanimu,

Kepadamu, Setahun Lalu


Yogyakarta, 03 November 2015

Aneh rasanya sejak denganmu aku sering kebingungan menuliskan sesuatu, bukan tidak ada yang ingin kubanggakan dan kuceritakan tentangmu kepada dunia, tapi mungkin memang menurutku hampir tidak ada kalimat yang tepat untuk dapat kutulis mewakili perasaanku agar dapat menjadi suguhan manis di depan binar matamu.

Perasaan ini lucu, bukan karena aku terlalu dan selalu berbahagia, terkadang kesal juga bisa muncul entah karena rasa lapar, aku malas mandi atau karena kau yang suka menggampangkan sesuatu. Tapi rasa syukur yang setiap hari muncul tak bisa dijelaskan dengan kosa kata apapun.

Tidak seperti kata Pramoedya Ananta Toer,
Aku menyayangimu lebih dari siapapun bukan hanya karena kau menulis,
dan suaramu yang takkan padam ditelan angin,
tapi karena kau adalah kau dengan semua hidupmu.

Aku selalu berkeyakinan bahwa Tuhan
mempertemukan kutubku dan kutubmu bukan tanpa alasan kebaikan.

Maka kali ini izinkanlah aku berbangga diri
karena berhasil mengisi harimu, bertempur dengan ego
dan membawamu sampai berhasil memecahkan rekor hubungan terlamamu :))

Terimakasih atas satu tahun perjalanan yang mendewasakan,
mengharukan dan menakjubkan,
memang tak begitu banyak pertemuan,
tapi semoga tidak pernah ada perpisahan
dan semoga Tuhan menyegerakan kita sampai ke tujuan…”






Luthfia Ayu Karina




Dua Perayaan Pertama Denganmu







Surat-surat ini diterbangkan langsung dari kota tempatnya mengenang hari pergantian usiaku yang ke 23, melalui balon-balon yang terbungkus kotak bersampul manis bersama harapan, doa, kejujuran dan cintanya. Pasti ini berat buatnya, aku tahu. Karena hari ini juga aku juga cukup kesepian melewati hari penuh rasa syukur ini sendirian.
Terimakasih untuk perjalanan satu tahun yang mendewasakan, menjadi yang tersabar dan menguatkan melewati fase-fase kehidupanku yang tidak melulu menyenangkan.
Saat hari-hari terasa sulit yang terbaik adalah tetap bersama-sama. Terimakasih karena tidak pernah melepaskan genggaman.
Selamat satu tahun menjadi pasanganku, tetap mendewasa dan menjadi istimewa bersama sampai bertahun-tahun berikutnya.
Selamat satu tahun dan selamat ulang tahun ke 23 untuk diriku. Kamu istimewa Luthfia, karena memiliki orang-orang istimewa yang menyayangimu.

Do the best in your life!
Welcome 23rd, please be nice with me...


*Setahun yang lalu

Yogyakarta, 14 November 2015

Sedang Muda



Aku tidak tahu bagaimana cara kau bertemu Ibu di masa muda dulu,
Apa saja yang kau lakukan untuk menghabiskan waktu bersamanya
Dan aku tidak berniat mencari tahu tentang itu
Aku juga tidak tahu apakah yang kulakukan sekarang saat bertemu dengan dia

Putri Tidur Insomnia Ganti Gaun

Gaun lama Sang Putri

Setelah sekian lama, rasanya sudah lama sekali blog Putri Tidur Insomnia ini tidak pernah berganti tampilannya, selama bertahun-tahun, mungkin karena agak bosan juga sehingga menjadi malas mengisinya, karena terlalu lama tertidur maka sang putri tidak pernah mengganti gaunnya,karena sekarang putri tidur ini sudah dibangunkan oleh pangeran dan akan pergi kencan maka sudah saatnya dia mengganti gaunnya.

Awal yang ke Sekian

Selamat Hari Blogger Nasional. Sebagai orang yang pernah mengaku blogger dan masuk dalam kolom Smart Women Tribun sebagai blogger wanita, aku merasa buruk sebagai ketika menyadari bahwa postingan terakhir di blog ini sudah lama sekali, nyaris setahun yang lalu. Walau sebenarnya blog ini kosong bukan karena aku tidak menulis sama sekali, aku masih menulis, banyak hal, tapi aku sedang lebih senang mempostingnya di facebook atau instagram karena hanya berupa tulisan pendek dan menulis beberapa tulisan ilmiah yang berkaitan

Teramat Rindu


Aku sedang rindu
Teramat rindu
Rindu pada hal yang paling dekat denganku

Tersulut

Aku yakin tanpa perlu kuterangkan lagi kamu telah sangat memahami mengapa aku bersikap begini dan mengapa begitu. Walau tak jarang jalan pikiranku tak sama dengan imajinasimu dan membuat habis pikirmu.
Sebagaimana hari itu, kacau sekali pikiran ini mendebat hati agar tak sampai lancang merusak pertemuanmu. Sampai-sampai mau meledak rasanya hatiku menguasai diriku sendiri.
Tahukah kamu? Sebagaimana cinta, benci pun sulit dipaksa hilangnya. Sekuat hatiku menahan tak membenci bagian duniamu.

Hikmah Bulan Oktober

Hikmah 1 - Moment Bersejarah 1

Sesempurna apapun yang kau lakukan pasti selalu akan ada celah untuk orang lain berkomentar, entah memang karena kekuranganmu, namun juga terkadang karena rasa iri dengki.
Padahal mereka tidak tahu apa saja yang telah kau korbankan dan kau persiapkan untuk menghadapi hari itu.
Yang terpenting tetaplah menjadi diri sendiri yang positif untuk mendapatkan hasil yang terbaik dengan melakukan cara-cara yang baik juga. 
Bersikap terbuka, jangan anti dengan kritik yang membangun, abaikan kritik yang   jangan malu mengakui kekurangan dan jangan segan meminta maaf ketika salah.
Karena:

Mentari Bersinar Lagi :)


Selamat mendewasa my bestie nan jauh disana,
Ibu guru hebat di tengah negeri kabut asap.
Aku hadiahkan do'a-do'a terbaik meski hanya dalam hati, 
semoga segala hajat dan keinginanmu yang baik 
selalu diiringi dengan cara-cara dan keihlasan yang berlipat ganda.
Seperti namamu, bersinarlah dan terus bersinar, seperti MENTARI :))

Karena merapal do'a tak pernah menjadi caranya yang mainstream 
untuk membuat jarak terasa dekat.


*Backsound : Dewi Lestari - Selamat Ulang Tahun
Meski sedikit terlambat

Condong Catur, 20 Oktober 2015




Keterasingan yang Patut Disyukuri

*Keraton Yogyakarta*


Lama tidak menyentuh blog ini, akhirnya aku menulis lagi, semoga akan terus lagi dan lagi. Kali ini aku akan menceritakan tentang kehijrahanku ke Kota Sheila On 7 dan Kota Anak Kos Dodol favoritku.

Yogyakarta, akhirnya aku memilih kota ini sebagai tempat singgahku yang selanjutnya. Aku yakin bukan tanpa alasan mengapa Tuhan menggelindingkan takdirku untuk berada di kota ini tanpa sesiapapun yang mendampingi selain malaikat kiri kananku.

Halaman Persembahan Skripsi




HALAMAN PERSEMBAHAN

Skripsi ini dipersembahkan untuk:

Ibu, Papap dan kedua anggota kingdom Luthfi, 
atas segala kesabaran, kekuatan, kemandirian, kasih sayang, tanggung jawab dan semua yang telah diberikan tanpa batas sampai berada di titik ini, kebanggan ini bukan hanya milikku, tapi juga milik kalian dan ini hadiah ulang tahun ke 52 tahun untukmu, Pap.
Keluarga besar, yang meskipun di kejauhan kerinduannya tak henti mengudara bersama do’a – do’a untuk anak rantau yang jarang pulang ini.

Gusti Ahmad Aliffullah Akbar, untuk setiap deringan telepon di tengah kantuk sebelum shalat di sepertiga malam setiap hari,
coklat dan larutan penyegar waktu sakit, dan seluruh waktu yang diluangkan untuk menenangkan ketakutan tentang ini itu.

Himaptika dan seisinya,
yang memberi ruang untukku tumbuh sejak dari benih
hingga menjadi pohon besar.
Sahabat-sahabat, Chintya, Aulia Dinata, Tiwi, Adelia – Maslianti – Lia Bhadun – Semua member Makhluk Dodol,
atas segala kebersamaan entah saat dekat atau jauh, saat berurai tawa
ataupun air mata, pelukan, ayam penyet Mila Hadi, make up dan kecelakaan jelang wisuda.

Kalian; semua kerabat, sahabat, teman sejawat
yang tidak mampu dituliskan satu per satu,
 kupikir selama ini 7 tahun berpetualang aku sudah jadi jagoan yang mampu bertahan dalam situasi apapun dalam hidupku,
ternyata tanpa kekuatan dan do’a kalian aku pasti jauh lebih cengeng melewati 6 SKS yang yang beratnya mengalahkan 142 SKS sebelumnya ini.
Terimakasih banyak, ini untuk kalian semua.


**Luthfia Ayu Karina



Random





Mungkin benar katamu, aku sedang terlalu bahagia makanya sulit untuk membuat tulisan, tapi aku juga tidak ingin menjadikanmu alasan untuk tulisan-tulisan sedihku yang mendayu-dayu. Jika ada bait tulisanku yang sayu dan kuyu, maka kaulah semestinya pelipurku. Aku tidak pernah kehabisan alasan untuk bahagia denganmu, sedih-sedih kecil yang hadir anggaplah hanya jamuan takdir sewajarnya karena kita manusia milik-Nya. Jadi biar kau jadi alasan tulisanku yang bahagia-bahagia saja. 

Mereka bilang kita kasmaran. Memang kasmaran karena masih 6 bulan tampak di mata awam, bagiku yang merasakan, ini adalah keajaiban. Aku tidak ingin menaklukkanmu, kau tak perlu tunduk patuh pada wanitamu yang bawel luar biasa ini. Aku tak pernah mengatakan “jangan” untuk hal-hal yang membuatmu senang bukan? Hanya saja aku sedikit rewel jika kau bangun kesiangan atau melakukan hal-hal yang dalam takaran akalku akan membuat kurus badanmu dan akan merugikanmu di masa yang akan datang. Aku tak perlu berucap banyak “jangan” seperti asmara picisan orang kebanyakan untuk kau selalu di sisiku bukan? 

Kau dan aku ya kita, manusia biasa perwujudan reinkarnasi pasangan petani gandum yang hidup bahagia di kaki gunung di masa lalu. Kita pernah melewati dengan baik satu masa yang panjang, aku jamin di masa sekarang dan seterusnya kitapun akan tetap jadi pejuang tangguh. 

Dimanapun kamu, kemanapun aku, percayalah ini tak akan lama, kita bisa melewati ini dengan bijaksana. Kita bukan pecinta yang manja bukan? Jika tangguhmu mulai runtuh, ada aku yang masih utuh. Jika aku yang rapuh, ada kau yang masih teguh. Jika kita berdua yang jatuh, semoga Tuhan selalu meluaskan hati kita dengan segala syukur dan mengeratkan pegangan kita agar dapat segera bangkit untuk melanjutkan perjalanan lagi.



*Ditulis random
Setelah kencan mingguan, saat menunggu kau sampai ke kotamu
31 Mei 2015
11.24 PM

Jawaban Tuhan; Perihal Takdir

Rasanya sangat egois jika kali ini aku tidak turut berbahagia atas datangnya kabar ini, tapi terlalu munafik juga jika tidak mengakui bahwa aku agak sedikit entah haru atau bersedih karenanya. Cukup lama tiada saling berbagi kabar berita, tanah pijakan pun sama jauhnya, kali ini kabar itu datang tengah malam, bersama sepotong pesan pendek bertajuk undangan pernikahan dari sebuh nomor tak bernama.

“Tanggal 3 bulan 5 aa’ menikah Ay”

Aku masih setengah tidur waktu pesan itu masuk ke kotak masu hape bututku, kukira pesan itu masih merupakan bagian dari penggalan mimpiku semalam, ternyata tidak, memang benar dia mengabarkan pernikahannya.

Akhirnya hari itu datang. Hari dimana Tuhan memberikan jawaban atas segala pertanyaan perihal takdir yang telah lama ditunggu-tunggu selama bertahun-tahun tentang apa, bagaimana, dimana dan siapa yang akan menikah terlebih dahulu di antara dua orang yang pernah saling mengubur cinta karena pertentangan orang tua.

Tinggal bertetangga lama, berkawan sejak kanak-kanak, memadu cinta saat belia hingga menjadi sahabat saja menjadi pilihan yang paling tepat, mendewasa bersama, saling pasrah hingga berputus asa demi menjaga perasaan dari banyak nama.

Antara bahagia bercampur sedih, sebentar lagi aku akan melepas salah seorang sahabat paling karib dalam hidup. Walau tak melulu saling bertemu, tapi setiap waktu bertemu menjadi canda yang candu. Kenangan berputar timbul tenggelam dalam ingatan, ketika sama-sama tak ada uang namun  masih menyempatkan makan bersama, memakai baju yang sama, bernyanyi bersama dengan alunan gitar tua, membicarakan kekonyolan-kekonyolan masa muda, menertawakan harapan yang fana, membicarakan orang-orang tercinta setelah kita, dan lain sebagainya. Rasa kehilangan yang datang pada saat yang sebenarnya tidak kehilangan.

Berdebar keras dadaku memacu roda duaku menuju tempat hari besarmu, tidak ada kemampuan mataku bersitatap dengan ragamu, perlahan kedua bola mataku mengabut, berat seperti dirundung mendung yang nyaris mendatangkan hujan.

Hari ini aku berjalan disisimu lagi, tapi bukan sebagai pendampingmu. Hari ini tunai sudah tugasku, sebagai seorang adik, sebagai seorang sahabat, juga sebagai sang mantan.  Aku payungi kau yang mengenakan pakaian pengantinmu menggunakan tanganku sendiri, tak peduli dipandangi takjub sekaligus iba oleh orang-orang yang tahu cerita kita. Sebab ini bukan payung hitam penuh kesedihan, tapi dengan payung indah berwarna pelangi yang kumantrai dengan doa-doa dan pengharapanku untuk kebahagiaanmu. Hari ini lunas sudah segala janjiku pada diriku sendiri, aku antarkan kau tepat sampai di depan pelaminanmu menemui pengantin wanita yang terpantas telah kau pilih sebagai belahan jiwa.

Selamat menempuh hidup baru a'...

*Ssssttt... Nanti gantian, payungilah pengantin lelakiku nanti sampai ke hadapanku di pelaminan :)))"