Aku mengenalnya tak cukup lama, tapi seperti sudah sewindu
dia di hidupku. Dia selalu mengistimewakan aku bahkan saat seluruh dunia
mengerdilkan mimpiku. Terkadang aku merasa tak adil untuknya, aku selalu
berlari kepadanya setiap aku kacau, marah-marah kepadanya sekalipun kesalahan
yang tidak dilakukan olehnya, dia tidak pernah masalah dengan aku gampang
uring-uringan dari hal-hal sepele sampai hal besar. Tapi saat aku sedang
bersenang-senang aku bisa seharian jauh dari telepon genggam tanpa ingat dia
ada disana.
The Story of " Si Pengangguran Banyak Acara"
Aku yang dulu bukanlah yang sekarang, asek aseek josh! *oke stop itu alay!*
Well, akhirnya kesepian hari-hari
akhir ini memancing keinginanku untuk mengisi blog ini lagi. Ah, sudah lama
sekali, sekarang komplit, selain hati yang dipenuhi jaring laba-laba karena
tidak ada yang menempati, bahu yang berdebu karena sudah lama tidak ada yang
bersandar disana, ditambah lagi blog yang nyaris jadi sarang hantu. *curcol sambil nyapu*
Halloooo Ay kemana aja kamu selama
ini?
(Sedang) Bermanja Kepada Tuhan
Ada banyak hal yang mengganguku belakangan ini, hari-hari kulewati dengan kesulitan bernafas, bergumpal lelah menggelembung semakin menyesakkan yang kapan saja bisa meledakkan dada, setiap hari kepala berdenyut-denyut tanpa toleransi pada warasku yang kian terkikis.
Benar apa yang dibilang Mas bangkit saat ulang tahunku yang ke 20 lalu
KALIAN APA-APAAN?!
Dalam hitam menyela bintik-bintik
warna-warna
Kiri kanan tertata senyum polesan
di jalanan
Wajah manis tersulam penuh
pura-pura
Menjadi yang terpuja dalam fana
Berbahasa surga mengobral dusta,
perusak dalam kaidah tata bahasa
Pesta durian berjuta-juta
Plesiran tertawa-tawa
Kalian berpesta pora
Menyipit mata pada manusia dengan
ajal di depan mata
Hey, kalian apa-apaan?!
Alalak
Utara, 27 Maret 2014
23.34
DRAMA SEGELAS JINGGA
Wanita
itu memesan segelas jingga di atas meja
Kemudian
memandanginya penuh tanya
Ada
apa sebenarnya di dalamnya?
Sehingga
si pria pujaannya begitu menyukainya
Jemarinya
bergerak mencapai batang sedotan
Butir-butir
kenangan timbul tenggelam dalam adukan
Luka-luka
mulai mengambang di permukaan
Tanya-tanya
meleleh disisian gelas
Bibirnya
mulai menyesap perpaduan getir rindu sambil berangan
Hingga
getirnya membanjiri kerongkongan
Butir-butir
kenangan mencair memudarkan jingga
Tapi
masih timbul tenggelam dalam ingatan
Tanya-tanya
meluber, sekalipun sudah membasahi meja
Masih
saja tak ada jawab
Bibirnya
menyesapnya lagi
Tak
hanya getir tapi juga mulai hambar
Lantas
apa yang masih bisa dinikmati dari perasaan yang tak enak begini?
Kenangan
yang menghambar
Luka-luka
yang mengambang
Tanya-tanya
meluber tanpa jawab
Sejenak
wanita itu terdiam
Tak
berapa lama dia angkat kaki
Meninggalkan
banyak cerita dalam hambarnya drama segelas jingga
*Untuk
segelas lemon tea yang kau suka
Alalak
Utara, 28 Maret 2014
00.13
LEBIH RINGAN MANA?
Menurutmu aku apa?
Bibir pantai tempat bidukmu
menanggalkan penat sajakah?
Atau sisa-sisa karang terdampar
yang memberimu kasihan?
Dirimu, adalah lelah jemuku
mengadu cemburu antara harap dan penat
Butir-butir hujan kelabu yang
menimpa tanah merah
Penabuh resah di antara duka dan
bahagia
Menurutmu, lebih ringan mana?
Jadi aku, ataukah kau saja?
Banjarmasin,
26 Maret 2014
23.22
MIMPI II
Mimpi akan mengantarkanmu
Kepadanya yang tengah di ambang
jarak
Tanpa perlu sayap
Tanpa perlu pesawat
Tanpa perlu sarana apapun untuk
segera melompat ke buaiannya
Selain dengan hanya;
MEMEJAMKAN MATA….
Banjarmasin,
25 Maret 2014
11.32
Langganan:
Postingan (Atom)




