MIMPI II


Mimpi akan mengantarkanmu
Kepadanya yang tengah di ambang jarak
Tanpa perlu sayap
Tanpa perlu pesawat
Tanpa perlu sarana apapun untuk segera melompat ke buaiannya
Selain dengan hanya;
MEMEJAMKAN MATA….


Banjarmasin, 25 Maret 2014

11.32

Maaf

Maaf, aku belum dapat menyusulmu
Tolong simpankan rindu yang kau tawarkan di ujung jalan sana untukku
Jangan menikung
Apalagi berbalik arah!


Banjarmasin, 30 Desember 2013
18.19


Mimpi


Mimpi adalah mahakarya ilusi yang paling berani
Kelak ia akan menguap dan mengendap
Bersama doa-doa yang mengudara
Setelah melalui proses panjang
Kemudian akan mengantarkanmu pada sebuah keajaiban yang sesungguhnya;
KENYATAAN


Jakarta, 22 Desember 2013
16.33



Suaramu

Kita tengah melabuh sebuah jarak
Aku mendengar suaramu dari kejauhan
Seperti obat rindu
yang terkemas dalam kelopak mataku
yang haus akan semburat senyummu


Jakarta, 21 Desember 2013
18.37



Wangimu

Wangimu menjadi candu
Meracuni setiap bilik dalam kepalaku
Kupoleskan di telapak tanganku
Ku kecupi seolah itu bekas jemari tanganmu

Wangimu mengendap-endap di sela jemariku
Sisa jejak jemari yang kau tangkupkan di balik kecupku
Pada malam sebelum keberangkatanku


Yogyakarta, 19 Desember 2013

22.19

Berharap Terbiasa

Aku berusaha untuk tertidur tapi mataku tetap terbuka
Berharap besok semua kembali seperti biasa
Menikmati rasa yang sama tanpa harus merasa terluka
 Menjadi baik-baik saja tanpa kau harus selalu ada
Melunasi hutang perasaan hanya dengan menunaikan kerinduan lewat bayangan
Menjadi bahagia hanya dengan menyemaikan doa untuk sebuah nama penyebab hampa
Semuanya terasa tak biasa
Logika dapat menerima
Tapi hati, tetap tak terbiasa…


Banjarmasin, 18 Mei 2013
1.48



Melanjutkan Mimpi

Aku melihat banyak cerita dari banyak wujud manusia di dunia
Banyak hal terjadi seperti mimpi
Hal-hal yang terbayangkan sebelumnya bergerak
Mendekat seperti kepingan-kepingan puzzle yang terserak
Dan kemudian sekarang nyaris utuh.

Entah apa yang terjadi
Semuanya tampak samar bagiku
Situasi ini seperti tak terbaca hanya dengan mata terbuka
Aku tak tahu apa yang kualami selama ini

Setiap pagi ketika hari berganti aku menaruh janji pada diri
Untuk sebuah perwujudan akan mimpi yang terhalangi
Bukan, mungkin bukan terhalangi tapi tertunda

Ketika aku bertemu dengan banyak orang dengan berbagai mimpi
Aku menyadari setiap orang berjalan mewujudkan mimpi
Mendadak tak mengerti
Mimpi apa yang kujadikan mimpi?
Sebuah rahasia hati yang aku sendiri tak mampu memahami
Perjalanan panjang yang berarti tapi terasa tak berarti
Karena aku tak menyadari betapa lelah aku berlalu

Aku ingin mengeluh akan luka yang tak terperi
Namun ketika kuingat lagi apa yang sudah kujalani
Aku masih bisa menghitungnya dengan beberapa jari dan aku berhenti tergerak untuk berlari
Hey, ini hanya sebagian kecil, baru sedikit dari usaha yang mampu kuberi
Ayo, kembali berdiri dan melanjutkan lagi!


*Menyemangati diri sendiri
Banjarmasin, 16 Maret 2013

06.43