Sabtu, 22 November 2014

Rindu Ini


Rindu…
Tak dapatkah kau melihat warna hatiku?
Bukan merah, kuning, hijau ataupun ungu


Rindu ini kelabu di ujung minggu
Tak tahu malu
Masih saja terus menggebu
Walaupun raga tak kunjung menyatu


Rindu ini tak lagi menjadikanku beku
Mengertikah kau akan luka
Yang tak lagi jadi duka, sejak kau ada…


Banjarbaru, 22 November 2014
22.03



Selasa, 11 November 2014

Sebuah Pengakuan

Sudah lama aku ingin melakukan ini, tapi aku tidak menemukan cara yang tepat untuk mengungkapkannya. Pandai sekali diri mencari alasan untuk berkelit. Sibuk adalah alasan yang paling banyak digunakan untuk membentengi diri, gengsi adalah kenyataannya. Karena selama ini kita tidak pernah terbiasa saling mengungkapkan perasaan. Terlalu canggung rasanya jika diungkapkan secara langsung, sekalipun ribuan kata terangkai semuanya pasti akan buyar begitu saja. Kemajuan teknologi dan komunikasi tercanggih sekalipun tidak bisa membuat kita saling tahu ingin masing masing-masing. Kukira interval jarak beratus kilometer dapat mengubah keadaan ini, namun justru malah membuatnya terlihat sama saja. Jangankan bertemu, berkirm pesan dan surat pun sifatnya insidentil, tak pernah saling menanyakan kabar masing-masing. Entah karena sudah terlalu saling percaya atau terlalu terbiasa pada keterasingan.

Jumat, 24 Oktober 2014

Cemburulah...



Jika selama ini tiada sesiapapun yang pernah kau cemburui

Maka kali ini cemburulah kepada hujan...

Karena kehadirannya jauh lebih kurindukan dari pada pertemuan kita
Suara derainya yang jauh menyentuh genteng jauh lebih ingin kudengarkan ketimbang nyanyianmu
Dan rintiknya yang men
yentuh jemariku jauh lebih kuinginkan ketimbang genggaman tanganmu...

Cemburulah...
Akhirnya dia datang kepadaku, disini...
Di tanah yang jauh dari pijakmu...


Simpang Gusti, 24 Oktober 2014
12.48 PM


Selasa, 21 Oktober 2014

SegelasTerakhir

Ini pertama kalinya aku datang ke tempat ini lagi, sebuah kedai Ice Cream di jalan Tarakan seberang kantor Banjarmasin Post, tempat pertama kali aku melihat senyummu Januari tahun lalu. Selain karena ajakan Kak agus dan beberapa teman untuk bertemu disana, entah keberanian dari mana yang menguatkan untuk melangkahkan kakiku kembali ke tempat yang telah lama kuhindari sejak terakhir kali kita duduk lesehan disana membicarakan tentang perasaan sambil bergenggaman tangan sebelum akhirnya kau pergi tanpa pesan.

Semesta sepertinya sangat menyukai menceritakan hal-hal yang telah lewat kepadaku, juga tentang meja ini. Aku duduk di meja yang sama dengan waktu kita mampir kesana sepulang dari bioskop dulu. Aku seperti melihatmu mengaduk-aduk lemon teamu sambil menceritakan banyak hal. Hey, mengapa tak habis-habisnya kenanganku tentangmu.

Ya, kau memang baru saja kembali, seperti caraku yang mau tak mau kembali ke tempat ini. Tapi tidak ada yang berubah sekalipun aku berusaha memperbaiki keadaan. Sepertinya kali ini aku memang harus menghabiskan tanpa sisa segelas besar minuman yang kupesan, tidak seperti biasanya meninggalkannya dalam keadaan bersisa. Sehingga lain waktu aku bisa datang lagi ke tempat ini dengan sesuatu yang baru, tanpa mengingat pernah meninggalkan apapun disana. Cukup sudah hari-hari panjang yang melelahkan terkurung dalam satu bilik bersama kenangan dan kerinduan.

Aku teringat kata-kataku sendiri ketika menasehati teman-temanku,

"Setampan dan semenakjubkan apapun seorang pria, jika dia tidak memperjuangkanmu maka kau tahu kapan saatnya untuk meninggalkannya"

Ini sudah saatnya untuk meninggalkan semua harapan, melahap habis dan menyerahkan segala kesakitan kepada Tuhan.

Aku akan menemukan lagi orang sepertinya, orang yang sama baiknya, tapi tentu saja juga memperjuangkanku. Ya, aku akan segera menemukan, orang baik yang memperjuangkanku...




Simpang Gusti, 21 Oktober 2014
10.20 PM

Sabtu, 11 Oktober 2014

Nampang Lagi

Dari kemaren-kemaren heboh banget nyela-nyela di waktu sibuk buat nulis, tapi permintaan Kak Elhami salah satu wartawan Banjarmasin Post yang menghubungiku lewat facebook kali ini sulit untuk ditolak. Soalnya permintaan kali ini bukan wawancara biasa, tentang profil ataupun tulisan buat halte blogger seperti yang pernah kuceritakan dalam postingan Portofolioku, tapi tentang POLITIK! 

Segitu hebohnya karena ini pertama kalinya bakalan ngebacot tentang politik di media cetak, memang sih biasanya juga sering nyap-nyap tentang politik tapi cuma sebatas di media sosial, entah dalam bentuk status, debat atau diskusi terbuka. 

Tapi OMG helloooo... Seorang mahasiswa pendidikan Matematika yang suka nyastra ngomongin politik? Ajaib! Sebenarnya takut salah ngomong juga, masalahnya aku bukan orang politik, hanya penikmat dari kejauhan aja, kan banyak tuh pembaca dari berbagai kalangan yang lebih ngerti politik ketimbang aku, tapi whatever lah, anggap aja ini salah satu dari proses berkembang :D

Alhasil foto ala princess yang sok cool nampang segede gaban bahkan lebih besar daripada tulisannya sendiri bersama tulisan sok politik di halaman 19 di Banjarmasin Post media cetak terbesar se-Kalsel-teng. Ini dia penampakannya : 







Sisi lain dari kegiatan nampang kali ini, kawan-kawan masih banyak yang spechless dengan pertanyaan "Kok bisaaa ya kamu sempet-sempetnya update politik?" atau "Kamu nampang lagi di BPost?" atau lagi "Kamu tu nggak kayak anak matematika deh!" dan masih banyak lagi komentar yang semakin buat aku ngerasa krisis identitas haha! Media sosial juga makin rame aja, entah itu yang menambahkan pertemanan di facebook, follow twitter ataupun di Path, ciyeee ngartis... Tapi tetap aja jomblo! (--")


Simpang Gusti, 10 Oktober 2014
2.36 PM

Selamat Malam Minggu



Aku ada disini lagi seperti Sabtu-sabtu malam yang telah lewat.
Duduk bersama laptopku di sofa merah di balik dinding kaca no smoking area memesan menu yang sama seperti terakhir kali kita duduk bersama disini pada Juli tahun lalu.


Disini, aku masih berusaha sekuat tenaga menampar hatiku sendiri untuk bangun dan menyadari bahwa telah lama kau sudah tak disini, tak disampingku dengan segelas lemon tea favoritmu lagi…

Selamat malam kamu, selamat malam minggu


TSar Café, 11 Oktober 2014
9.12 PM

Jumat, 10 Oktober 2014

Happy Birthday 27th Teman Sedekat Bahu


Selamat ulang tahun kau yang bernama kenangan

Selamat ulang tahun kau yang selalu menjadi keinginan

Selamat ulang tahun kau yang jauh dari kenyataan

Selamat ulang tahun penyebab kesendirian dan kesepian

Selamat ulang tahun kepada yang telah membawa lari perasaan sakralku

Selamat ulang tahun untuk yang tidak berada dalam pelukan

Selamat ulang tahun wahai yang hanya bisa berada dalam impian


Selamat ulang tahun ke 27 untukmu…

Segala cintaku yang terasing mengudara berwujud do’a bersama kerinduan yang masih belum berhasil kumatikan. Segala harapan dan do’a terbaikku terlontar dari kejauhan, semoga Tuhan menyampaikannya kepadamu dalam sebaik-baiknya bentuk kebaikan, berkah, hikmah dan perlindungan, aamiin… :)



*Dari aku yang juga berbahagia di belakangmu


Simpang Gusti, 10 Oktober 2014

1.36 AM