Selasa, 21 Oktober 2014

SegelasTerakhir

Ini pertama kalinya aku datang ke tempat ini lagi, sebuah kedai Ice Cream di jalan Tarakan seberang kantor Banjarmasin Post, tempat pertama kali aku melihat senyummu Januari tahun lalu. Selain karena ajakan Kak agus dan beberapa teman untuk bertemu disana, entah keberanian dari mana yang menguatkan untuk melangkahkan kakiku kembali ke tempat yang telah lama kuhindari sejak terakhir kali kita duduk lesehan disana membicarakan tentang perasaan sambil bergenggaman tangan sebelum akhirnya kau pergi tanpa pesan.

Semesta sepertinya sangat menyukai menceritakan hal-hal yang telah lewat kepadaku, juga tentang meja ini. Aku duduk di meja yang sama dengan waktu kita mampir kesana sepulang dari bioskop dulu. Aku seperti melihatmu mengaduk-aduk lemon teamu sambil menceritakan banyak hal. Hey, mengapa tak habis-habisnya kenanganku tentangmu.

Ya, kau memang baru saja kembali, seperti caraku yang mau tak mau kembali ke tempat ini. Tapi tidak ada yang berubah sekalipun aku berusaha memperbaiki keadaan. Sepertinya kali ini aku memang harus menghabiskan tanpa sisa segelas besar minuman yang kupesan, tidak seperti biasanya meninggalkannya dalam keadaan bersisa. Sehingga lain waktu aku bisa datang lagi ke tempat ini dengan sesuatu yang baru, tanpa mengingat pernah meninggalkan apapun disana. Cukup sudah hari-hari panjang yang melelahkan terkurung dalam satu bilik bersama kenangan dan kerinduan.

Aku teringat kata-kataku sendiri ketika menasehati teman-temanku,

"Setampan dan semenakjubkan apapun seorang pria, jika dia tidak memperjuangkanmu maka kau tahu kapan saatnya untuk meninggalkannya"

Ini sudah saatnya untuk meninggalkan semua harapan, melahap habis dan menyerahkan segala kesakitan kepada Tuhan.

Aku akan menemukan lagi orang sepertinya, orang yang sama baiknya, tapi tentu saja juga memperjuangkanku. Ya, aku akan segera menemukan, orang baik yang memperjuangkanku...




Simpang Gusti, 21 Oktober 2014
10.20 PM

Sabtu, 11 Oktober 2014

Nampang Lagi

Dari kemaren-kemaren heboh banget nyela-nyela di waktu sibuk buat nulis, tapi permintaan Kak Elhami salah satu wartawan Banjarmasin Post yang menghubungiku lewat facebook kali ini sulit untuk ditolak. Soalnya permintaan kali ini bukan wawancara biasa, tentang profil ataupun tulisan buat halte blogger seperti yang pernah kuceritakan dalam postingan Portofolioku, tapi tentang POLITIK! 

Segitu hebohnya karena ini pertama kalinya bakalan ngebacot tentang politik di media cetak, memang sih biasanya juga sering nyap-nyap tentang politik tapi cuma sebatas di media sosial, entah dalam bentuk status, debat atau diskusi terbuka. 

Tapi OMG helloooo... Seorang mahasiswa pendidikan Matematika yang suka nyastra ngomongin politik? Ajaib! Sebenarnya takut salah ngomong juga, masalahnya aku bukan orang politik, hanya penikmat dari kejauhan aja, kan banyak tuh pembaca dari berbagai kalangan yang lebih ngerti politik ketimbang aku, tapi whatever lah, anggap aja ini salah satu dari proses berkembang :D

Alhasil foto ala princess yang sok cool nampang segede gaban bahkan lebih besar daripada tulisannya sendiri bersama tulisan sok politik di halaman 19 di Banjarmasin Post media cetak terbesar se-Kalsel-teng. Ini dia penampakannya : 







Sisi lain dari kegiatan nampang kali ini, kawan-kawan masih banyak yang spechless dengan pertanyaan "Kok bisaaa ya kamu sempet-sempetnya update politik?" atau "Kamu nampang lagi di BPost?" atau lagi "Kamu tu nggak kayak anak matematika deh!" dan masih banyak lagi komentar yang semakin buat aku ngerasa krisis identitas haha! Media sosial juga makin rame aja, entah itu yang menambahkan pertemanan di facebook, follow twitter ataupun di Path, ciyeee ngartis... Tapi tetap aja jomblo! (--")


Simpang Gusti, 10 Oktober 2014
2.36 PM

Selamat Malam Minggu



Aku ada disini lagi seperti Sabtu-sabtu malam yang telah lewat.
Duduk bersama laptopku di sofa merah di balik dinding kaca no smoking area memesan menu yang sama seperti terakhir kali kita duduk bersama disini pada Juli tahun lalu.


Disini, aku masih berusaha sekuat tenaga menampar hatiku sendiri untuk bangun dan menyadari bahwa telah lama kau sudah tak disini, tak disampingku dengan segelas lemon tea favoritmu lagi…

Selamat malam kamu, selamat malam minggu


TSar Café, 11 Oktober 2014
9.12 PM

Jumat, 10 Oktober 2014

Happy Birthday 27th Teman Sedekat Bahu


Selamat ulang tahun kau yang bernama kenangan

Selamat ulang tahun kau yang selalu menjadi keinginan

Selamat ulang tahun kau yang jauh dari kenyataan

Selamat ulang tahun penyebab kesendirian dan kesepian

Selamat ulang tahun kepada yang telah membawa lari perasaan sakralku

Selamat ulang tahun untuk yang tidak berada dalam pelukan

Selamat ulang tahun wahai yang hanya bisa berada dalam impian


Selamat ulang tahun ke 27 untukmu…

Segala cintaku yang terasing mengudara berwujud do’a bersama kerinduan yang masih belum berhasil kumatikan. Segala harapan dan do’a terbaikku terlontar dari kejauhan, semoga Tuhan menyampaikannya kepadamu dalam sebaik-baiknya bentuk kebaikan, berkah, hikmah dan perlindungan, aamiin… :)



*Dari aku yang juga berbahagia di belakangmu


Simpang Gusti, 10 Oktober 2014

1.36 AM

Kamis, 09 Oktober 2014

By Your Side


“If the world makes you confused                  
And your senses you seem to lose
If the storm doesn't wanna diffuse
And you just don't know what to do
Look around I am here
Doesn't count far or near
I'm by your side…”

Ada badai menghebat dalam dada kiriku setiap mendengar lagu itu, gelombang ritmenya menyebabkan kinerja otak berada di ambang batas waras seiring lelah dan dingin yang menyergap lewat tengah malam tadi. Ada keganjilan yang tertahan dan menekan untuk segera diluapkan. Entah energi darimana yang membuatku akhirnya mengirimkan pesan ke kontak whatsappmu, satu-satunya media yang masih menghubungkanku kepadamu. Setelah sekian lama kita saling memblokir segala akses yang dapat menyebabkan ketidaktahudirian perasaanku akanmu.

Sabtu, 27 September 2014

Cuma Simulasi

Awalnya hanya tester make up dan hijab untuk acara Yudisium Rifnisa ‘Icha’ Aisyah, tapi apa daya entah karena kelewat lama jomblo atau udah saking kebeletnya pengen jadi istri orang sampai terserang penyakit jiwa nomor 987 kayak gini, bikin sensasi lewat foto-foto bernuansa lamaran.

Tanpa disangka sukses membuat kontroversi melebihi yang dibayangkan, sampai menggegerkan kampung halaman, teman-teman dan keluarga. Sampai lewat tengah malam BBM masih ramai berbunyi menanyakan kebenaran kabarnya. Bukan hanya BBMku tapi juga BBM sepupu dan teman-teman dekat. Bagaimana penampakannya? Yuksssss cuusssss… :D

Jumat, 26 September 2014

Kelas Inspirasi, Kelas Sadar Diri

Hari yang dinantikan tiba, hari ini sangat padat sekali, nyaris tak ada celah untuk meluruskan kaki. Setelah pagi-pagi sekali sampai agak siang aku turut mendampingi siswa-siswa perwakilan SMP Anggrek dalam karnaval hari anak dan HUT Kota Banjarmasin dan melewatkan kuliah tambahan untuk itu, siangnya pukul 12 aku sudah bersiap menuju SD IT Ukhuwah Banjarmasin untuk briefing Kelas Inspirasi seperti yang tertera di undangan dalam postingan sebelumnya.

Sepanjang jalan aku gugup sekali sampai nyaris tersesat karena baru sekali kesana waktu survey lokasi. Masih seperti setengah bermimpi aku membayangkan diriku ada menjadi bagian dari Kelas Inspirasi.

Aku berhasil menemukan lokasi briefing setelah ditemani Lia survey, sebenarnya jalannya lurus saja, mudah menemukannya tapi karena tidak terbiasa lewat sana sehingga terasa jauh sekali ditambah lagi hari itu panasnya sangat terik.

Aku memarkirkan motorku di tempat yang disediakan. Kesan pertama sampai di halaman, sekolah ini adalah sekolah elit dengan bangunan besar layaknya sebuah Yayasan dan tampak sangat disiplin. Di parkiran aku disambut dengan sebuah tulisan besar tentang peringatan larangan keras merokok di area sekolag Islami Terpadu Ukhuwah. Aku kebingungan mencari ruangan karena yang awalnya di aula berpindah ke ruang SD kelas 6 di lantai atas, beruntung karena banyak sekali petunjuk arah menuju kelas. Aku melepaskan sepatuku tepat di depan tangga dekat mushalla karena ruangan dan selasar sekolah ini bebas alas kaki.

Sampai di depan ruangan aku melakukan registrasi disambut dengan panitia yang sangat ramah, namaku di tuliskan di atas ID card seperti yang aku lihat di video-video dan foto-foto kelas inspirasi kota lain kini nyata di depan mataku, pas bagian profesi aku bingung akan menuliskan apa karena profesiku yang tidak jelas, akhirnya panitia mnuliskan GURU, belakangan aku baru sadar, seharusnya aku menuliskan PENULIS, karena apa yang akan ku bawa ke dalam kelas nanti adalah profesi PENULIS :D



Di dalam ruangan sudah lumayan banyak yang datang, selain peserta juga ada panitia yang bertebaran mengenakan kaos orange bertulisan kelas inspirasi, ah ngiler sekali melihat kaos itu. Aku duduk di selah seorang gadis cantik yang kelihatan anggun sekali yang belakangan aku tahu namanya Putrias Rizky, seorang guru bahasa Jepang, wuiiih ajiiib! Dan seseorang lagi Mbak Bertha ‘Ocha’ yang datang jauh-jauh dari Tapin.

Di kelas ini berisi orang-orang dengan berbagai usia dan yang professional di bidang masing-masing, kecuali aku mungkin :D . Dalam hidup, jarang sekali aku menemukan diriku berada dalam situasi krisis percaya diri saat bertemu sekelompok orang baru, dan kali ini aku merasa ‘wah ternyata aku belum apa-apa ya? Aku bukan siapa-siapa”. Bukan tidak percaya diri karena mungkin aku satu-satunya mahasiswa dan yang paling muda, tapi karena aku berada di tengah orang-orang yang telah banyak memberikan dan melakukan sesuatu bagi lingkungan sekitarnya. Sementara aku? Nothing :’)
Di dalam kelas ini, semangat hidupku seperti kembali berkali-kali lipat. Semangat lebih sadar diri untuk lebih banyak belajar, semangat jadi lebih baik, lebih keras berjuang, lebih taat kepada Tuhan, lebih peka, dan lebih segala-galanya.

Acara dibuka dengan berbaris di depan tempat duduk masing-masing untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, rasa haru, hangat dan khidmat menyeruak dalam ruangan itu. Entah kapan sebagian dari kami terakhir kali menyanyikan lagu cinta yang satu ini.  Dilanjutkan dengan sambutan dari ketua koordinator Kelas Inspirasi Banjarmasin, Mbak Ratih. Mbak yang satu ini pembawaannya anggun, jilbabnya lebar, bajunya longgar, subhanallah berbicaranya sangat santun dan berwibawa. Mbak Ratih menyampaikan asal usul Kelas Inspirasi sampai bisa dilaksanakan di Banjarmasin. Sebelum lanjut ke sambutan yang kedua kami menyaksikan video sekolah-sekolah yang akan kami kunjungi sebagai lokasi tempat pelaksanaan hari Inspirasi. Ada SDN Mantuil 1 dan 4, SDN Barito Raya, MI Darul Nasihin, SDN Antasan Kecil Timur dan SDN Belitung Utara 4. Suasana kelas hening, masing-masing dari kami mungkin sibuk dengan pikiran masing-masing melihat penampakan sekolah yang mengenaskan dengan jembatan-jembatan berlubang, bangunan yang lusuh dan bahkan ada yang harus menyeberang dengan menggunakan kelotok, mata kami sampai berkaca-kaca menahan sedih, juga haru, betapa kami harus lebih banyak bersyukur dan membakar semangat kami untuk berbagi dan memberi inspirasi. Ya Tuhan, apa kabar nasib pendidikan anak-anak kami disana? :’)

Sambutan yang kedua disampaikan sang empunya sekolah, Kepala Sekolah SD IT Ukhuwah Bapak Saiful Mukmin, S.Pd.I. Bapak ini masih kelihatan muda, sangat fasih bermukaddimah dan pembawaannya sangat ramah. Kemudian dilanjutkan lagi dengan pemutaran video Kelas Inspirasi di kota lain.

Karena sedang bertugas ke luar kota, sambutan yang terakhir sekaligus membuka acara dari kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin diwakili oleh Bapak Nuriyadi, S.Pd. Beliau ini adalah Kadiv. Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin. Beliau menyampaikan penghargaan tak terhingga kepada Kelas Inspirasi karena turut memperhatikan pendidikan. Beliau juga bercerita bahwa beliau berangkat dari seorang guru olah raga di sebuah sekolah dasar dan karena kedisiplinan beliau bisa berada hingga posisi sekarang. Beliau menyampaikan resep rahasia apa yang selalu beliau lakukan sejak mengajar jadi guru hingga sekarang, yaitu Perencanaan yang matang, sesuai aturan dan evaluasi. Betapa inspirasi itu sangat dekat, bahkan sudah datang jauh-jauh hari sebelum kami melakukan hari Inspirasi. Kemudian kami menyaksikan video lagi. Dan acara pembukaan ditutup dengan hamdallah.

Selanjutnya giliran Kak Yanti yang merupakan alumni Indonesia Mengajar. Karena suasana terlalu tegang, Kak Yanti melakukan tebak tebakan seru mengenai warna dan pergi ke Amerika, pokoknya seru deh. Dari permaiann yang dibagikan Kak Yanti aku menyadari bahwa pola pikir orang dewasa dibuat terlalu serius, memperhatikan hal-hal besar dan menyepelekan hal kecil, bertambahnya usia memang semakin mengikis jiwa anak kecil dalam diri kita, sepertinya memang benar jangan jadi tua dan menyebalkan, bersantai sedikit laah ;)

Sambil mengisi waktu menunggu pemateri management class, kami menyaksikan kembali video seperti video yang dibuat keluarga kopi yang biasa kusaksikan di youtube, tentang Indonesia Mengajar, awal mula terbentuk, bagaimana proses perekrutan Pengajar Mudanya yang diharapkan menjadi future leader, world class competence graduate. Seperti yang sering diutarakan bapak Anies Baswedan, mengapa sasaran Indonesia mangajar adalah sekolah dasar karena 66% sekolah dasar kekurangan guru. Di Indonesia mengajar anak-anak Indonesia terbaik diberi kesempatan tinggal dan lebih dekat dengan masyarakat, dan lain sebagainya.

Karena Bapak Saiful sebagai pemateri masih rapat, maka kelas di isi oleh Mbak Maya seorang Socialpreneur, profesi yang sangat menakjubkan, fasilitator yang datang jauh-jauh dari Palangka Raya. Mbak Maya mengajak Mas Angga kami sekelas goyang Maga-maga dan Open Banana yang sangat sensasional, yang sempat membuatku galau karena sampai rumah lupa nada lagunya :D
Karena management class masih belum bisa dimulai, maka Ibu Devi seorang terapis anak-anak berkebutuhan khusus mengajak kami semua berkenalan dengan melalui lagu, seru sekali, aku seperti menemukan kembali rasa bahagia yang natural, menemukan kembali jiwa anak-anakku yang telah hilang.

Bapak Saiful datang, management class dimulai. Karena tidak semua orang di kelas pernah mengajar maka bapak Saiful berbagi berbagai tips apa saja yang harus dilakukan di kelas. Diantaranya adalah :
-         Apersepsi yang menarik
-         Jujur, kalau kita gugup jujur saja
-         Melakukan kesepakatan
Misalnya kesempatan guru berbicara dan kesempatan siswa berbicara, keduanya harus seimbang 50 : 50. Memang benar yang disampaikan oleh bapak Saiful, karena sebgaian dari guru biasanya lebih banyak berbicara ketimbang mendengar.
-         Ketika siswa mulai bosan, selipkan ice breaking berupa tepuk-tepukan. Kami diajarkan berbagai tepuk, diantaranya tepuk satu, tepuk dua, tepuk kebalikan, dan lain-lain.
-         Beri anak waktu untuk saling bercerita dengan teman sebangkunya mengenai pelajaran saat itu.
-         Menginspirasi dan memberi kesan
Seperti yang tertulis di depan sekolah “Guru yang mulia, adalah guru yang menginspirasi”
Yang mucul di kepalaku sat itu adalah “Sejauh mana aku mampu menginspirasi? Adakah yang akan terinspirasi olehku?” kemudian hening, aku galau.
-         Yang terakhir adalah memastikan siswa pulang dengan semangat, sesuatu yang berkesan dan mampu mengingatkan kepada kita.

Saat itu aku benar-benar berada dalam posisi belajar, aku tidak ingin melewatkan satupun apa yang dapat kupelajari hari itu, karena aku berpikir ini adalah kesempatanku dan tidak semua orang bisa mnedapatkannya.

Saat pembagian kelompok, aku berharap aku masuk kelompok sekolah yang paling sulit medannya, tapi ternyata aku mendapat kelompok yang akan menginspirasi di sekolah yang tidak kalah menantangnya, 12 kelas bray! SDN Antasan Kecil Timur 1 di belakang mesjid Jami’.
Dalam kelompok yang kami beri nama “Anak Kita, Inspirasi Kita (AKIK)” dengan filosofi bahwa seperti batu yang harus terus menerus di asah, demikian pula anak-anak dan kami harus menjadi pengasah yang baik. Di kelompok ini aku satu kelompok dengan orang-orang yang profesinya ajib, Kak Ryna PNS Hukum dan HAM, Ibu Devi Terapis ABK RSUD Ulin, Kak Nadya Pegusaha, Ika Perawat yang jauh-jauh datang dari Sungai Danau, Ibu Lela Branch Manager Sebuah Bank di Kapuas yang belakangan aku tahu beliau adalah kakak dari (alm) Nannunk rekan di Penggerak Malam Puisi Banjarmasin, Bapak Zul Faisal Guru Bahasa SMAN 1 Banjarmasin yang juga dosen STIKES Sari Mulya Banjarmasin, dan banyak lagi, aku sendiri dengan profesiku yang nothing, wohoo Aku benar-benar merasa bukan siapa-siapa, aku benar-benar krisi kepercayaan diri, pertama kali dalam hidup aku lebih memilih mennjadi anggota dan tidak terbesit sama sekali menjadi ketua atau perangkatnya. Kami memilih Kak Ryna menjadi ketua, dan aku yakin kami tidak salah pilih.

Hati kecil meledekku “Ah, maniak ini, dari sekian banyak rekormu masih bisa juga nggak pede ternyata” :D Aku benar-benar harus lebih banyak belajar dan jadi “orang” suatu hari nanti.
Oya, kebetulan fasilitator kami adalah Kak Maya “Maga-Maga”, aku lebih nyaman memanggilnya Kak May. Kak Maya kelihatan kalem, padahal fellingku kak Maya ini orangnya rame, mungkin masih awal-awal jadi masih jaim, hihii Peace kak May :D
Dalam kelompok kami berdiskusi apa saja yang akan kami persiapkan dan lakukan. Kami juga berbagi ide dan bagaimana tips mengajar anak SD. Bapak Zul banyak memberi masukan dan membuat kami mengerti mengenai daya pengikat. Ada satu kalimat yang kucatat dengan baik dari apa yang disampaikan oleh Bapak Zul :

“Kalau saya mengajar SMAN 1 dan mereka lulus dengan baik, maka bukan saya yang hebat, tapi memang karena mereka yang pintar. Yang hebat itu adalah guru yang mengajar kemampuan siswa yang sangat minus dan menjadikannya luar biasa plus”

#Jleb!

Kemudian salah seorang panitia berbagi kepada kami pengalaman dalam Kelas Inspirasi. Beliau mengatakan “Anak-anak adalah prajurit cita-cita, dan tugas kita adalah mengawal mereka agar tidak melepaskan cita-cita mereka”. Bukan hanya tentang cita-cita, tapi juga bagaimana kita menanamkan bahwa kami juga besar hingga menjadi seperti sekarang ini adalah karena kami bersekolah, karena pendidikan, kejujuran dan kerja keras, dan kini kami kembali ke sekolah untuk membayar lunas apa yang pendidikan berikan untuk kami hingga menjadi seperti sekarang ini. Memberikan semangat untuk terus belajar, juga berterimakasih atas do’a dan apa yang telah dilakukan orang tua .

Seusainya, tetep nggak bakalan ketinggalan bernarsis-narsis ria, aku tidak mengerti bagaiman ibu-ibu ini begitu semangat dan enerjiknya, mereka terlihat muda dari usia sebenarnya, mereka ceria, aku sangat bersyukur sekali bertemu dengan orang-orang ini. Tuhan menyentilku dengan sangat manis, mengingatkanku tentang banyak hal baik dengan cara yang baik.

Hari itu aku pulang dengan tekad yang besar, bergetar diriku karena syukurku yang juga tak kalah besar. Semakin tak sabar H-10 hari inspirasi tiba, bismillah… J








--- SMP Anggrek Banjarmasin, 26 September 2014
9.58 AM