Kamis, 27 Maret 2014

KALIAN APA-APAAN?!


Dalam hitam menyela bintik-bintik warna-warna
Kiri kanan tertata senyum polesan di jalanan
Wajah manis tersulam penuh pura-pura
Menjadi yang terpuja dalam fana
Berbahasa surga mengobral dusta, perusak dalam kaidah tata bahasa
Pesta durian berjuta-juta
Plesiran tertawa-tawa
Kalian berpesta pora
Menyipit mata pada manusia dengan ajal di depan mata
Hey, kalian apa-apaan?!


Alalak Utara, 27 Maret 2014
23.34

DRAMA SEGELAS JINGGA


Wanita itu memesan segelas jingga di atas meja
Kemudian memandanginya penuh tanya
Ada apa sebenarnya di dalamnya?
Sehingga si pria pujaannya begitu menyukainya


Jemarinya bergerak mencapai batang sedotan
Butir-butir kenangan timbul tenggelam dalam adukan
Luka-luka mulai mengambang di permukaan
Tanya-tanya meleleh disisian gelas


Bibirnya mulai menyesap perpaduan getir rindu sambil berangan
Hingga getirnya membanjiri kerongkongan


Butir-butir kenangan mencair memudarkan jingga
Tapi masih timbul tenggelam dalam ingatan
Tanya-tanya meluber, sekalipun sudah membasahi meja
Masih saja tak ada jawab


Bibirnya menyesapnya lagi
Tak hanya getir tapi juga mulai hambar
Lantas apa yang masih bisa dinikmati dari perasaan yang tak enak begini?


Kenangan yang menghambar
Luka-luka yang mengambang
Tanya-tanya meluber tanpa jawab


Sejenak wanita itu terdiam
Tak berapa lama dia angkat kaki

Meninggalkan banyak cerita dalam hambarnya drama segelas jingga


*Untuk segelas lemon tea yang kau suka
Alalak Utara, 28 Maret 2014
00.13

Rabu, 26 Maret 2014

LEBIH RINGAN MANA?


Menurutmu aku apa?
Bibir pantai tempat bidukmu menanggalkan penat sajakah?
Atau sisa-sisa karang terdampar yang memberimu kasihan?
Dirimu, adalah lelah jemuku mengadu cemburu antara harap dan penat
Butir-butir hujan kelabu yang menimpa tanah merah
Penabuh resah di antara duka dan bahagia
Menurutmu, lebih ringan mana?
Jadi aku, ataukah kau saja?


Banjarmasin, 26 Maret 2014
23.22



Selasa, 25 Maret 2014

MIMPI II


Mimpi akan mengantarkanmu
Kepadanya yang tengah di ambang jarak
Tanpa perlu sayap
Tanpa perlu pesawat
Tanpa perlu sarana apapun untuk segera melompat ke buaiannya
Selain dengan hanya;
MEMEJAMKAN MATA….


Banjarmasin, 25 Maret 2014

11.32

Sabtu, 15 Maret 2014

Maaf

Maaf, aku belum dapat menyusulmu
Tolong simpankan rindu yang kau tawarkan di ujung jalan sana untukku
Jangan menikung
Apalagi berbalik arah!


Banjarmasin, 30 Desember 2013
18.19


Mimpi


Mimpi adalah mahakarya ilusi yang paling berani
Kelak ia akan menguap dan mengendap
Bersama doa-doa yang mengudara
Setelah melalui proses panjang
Kemudian akan mengantarkanmu pada sebuah keajaiban yang sesungguhnya;
KENYATAAN


Jakarta, 22 Desember 2013
16.33



Suaramu

Kita tengah melabuh sebuah jarak
Aku mendengar suaramu dari kejauhan
Seperti obat rindu
yang terkemas dalam kelopak mataku
yang haus akan semburat senyummu


Jakarta, 21 Desember 2013
18.37